Lengkapnya Klik disini
Archive for the ‘ Pertanian-peternakan-Industri ’ Category
UMBUL NAGA
Author: sukasnoJan 7
Mongso Rendeng .. ning ora Ono Udan..
Author: wiwiedDec 24
Para kadang tani ing laladan manyaran sami nggrantes, lantaran.. mongso ingkang kedahipun kathah jawah dumadaan.. mak grekk… mandeg. Mendung uleng-ulengan.. dumadakan.. byar ilang.. padang ora sido udan… Jawah ingang mboten nggenah punika ndadosaken .. taneman.. khususipun pari gogo.. sami pejah.. ananing ingkang tanem polowijoa taksih saged bertahan.. Mugi mugi.. Ing laladan manyaran enggala saged jawah ingkang cekap.. kados dene mongso-mongso rendeng ingkang sampun-sampun. Lengkapnya Klik disini
WADHUK KEDUNG JURUG
Author: sukasnoDec 2
Wadhuk Kedung Jurug merupakan bendungan Belanda yang dirancang untuk tempat tandon air. Dikala itu sebuah kali aliran dari gunung yang dibendung dan dirancang sebagai suplai air untuk irigasi pertanian. Posisinya sebelah utara Desa Salakan tidak jauh dari rumah Pak Mantri, dibendung oleh Belanda, yang tempoe doeloe airnya dapat mensuplai air untuk pertanian persawahan sebelah selatan Desa Salakan, Sebelah Timur Desa Gunungan sampai juga Desa Mantren tempoe doeloe airnya mengalir jauh, kini tinggal kenangan. Lengkapnya Klik disini
“Cedak Watu Adoh Ratu” sebuah Peluang dan Tantangan
Author: wiwiedNov 27
[/caption]
“Cedak Watu Adoh Ratu” atau dekat batu jauh dari raja.. yang maksudnya kira-kira wilayah udik atau ndeso yang jauh dari peradaban.. tetapi kita tidak akan membahas hal tersebut tetapi membahas kekayaan alam berupa batu putih yang banyak terdapat di wilayah Manyaran. Lengkapnya Klik disini
Mongso Ketigo… Lan Semangatipun wargo Manyaran
Author: wiwiedOct 18
Ing laladan Manyaran, sakmenika nembe mongso ketigen. Saknadyan kadang kolo sampun mendung lan grimis sekedik2. Mugi-mugi akhir oktober menika wayah rendengan sampun saged dipun raosaken poro kadang tani ing laladan Manyaran.
Budidaya Belut
Author: suwandiApr 23
Karena saya sewaktu dikampung suka mencari belut, saya terinspirasi memposting budidaya belut. Semoga ada yang terinspirasi, karena harga belut (terutama di swalayan mencapai Rp. 60.000.- per kilo dan paling murah di pasar Rp. 30.000,-) Saya sendiri sampai sekarang sangat menyukai makanan ini karena nilai gizinya yang sangat baik dan konon katanya orang Jepang konsumsi belutnya sangat tinggi sehingga orang Jepang hebat-hebat IQnya alias podo pinter. Lengkapnya Klik disini
Inspirasi dari Desa Ukir - Jati Bedug - Punduhsari
Author: wiwiedApr 8

Kalau lewat dari tugu manunggal ke arah watukelir kita akan lewat desa Jati Bedug Punduhsari, yang menarik dari desa ini adalah adanya kerajinan ukir gamelan. Pada awalnya hanya satu rumah tapi lama kelamaan hampir semua rumah menjadi perajin ukir. Kalo diperhatikan dari jalan seh sepertinya semuanya bertemakan gamelan dan wayang ( kalau tidaksalah namanya rancakan ). Sepertinya tiap rumah membuat satu jenis sehingga hampir semua berbeda, ada yang untuk gong, ada yang bonang ada yang kotak wayang dll.
Sebenernya pengen banget bisa mampir dan berbincang-bincang dengan salah satu dari pengrajin itu, ingin menanyakan sejarah, pangsa pasar, hambatan-hambatan dll. Tapi apa boleh dikata karena belum ada satupun yang kenal maka ya sementara nyuri2 foto dulu dari pinggir jalan. hehehehe.
Potret desa ini sebenarnya bisa dijadikan model percontohan, dimana ketrampilan atau keahlian satu rumah bisa menginspirasi tetangga-tetangga-nya sehingga bisa saling berkolaborasi, saling belajar dan bekerja sama sehingga berkembang pesat dan saling mendukung. Tak pelak hampir semua komponen terlibat baik tua maupun muda dan hampir setiap teras rumah digunakan untuk proses mengukir ataupun menyimpan bahan baku maupun hasilnya.
Dengan menjadi sentra (industri), tentunya akan semakin menambah gairah bagi semua untuk bisa ikut terlibat dan mencoba. Hal ini positif adanya karena dengan menjadi sentra akan membuat daerah tersebut menjadi terkenal sehingga secara otomatis pemasaran menjadi semakin mudah. Disisi lain pikiran negatif bahwa semakin banyak yang ikut-ikutan akan menambah saingan saja akan semakin luntur, karena dibuktikan di desa jati Bedug ini.
Punduhsari sepertinya memang melejit meninggalkan desa-desa lain di manyaran dalam bidang industri kecil ( informasi dari comment2 mas lasono ato mas fotrex ya? ) seperti kerajinan bambu (tambah/kukusan dkk) , batako, Intip dll. Selamat dan salut… Hebat.. Jos Gandos.. Sipp… deh… Punduh memang OK.
Lalu bagaimana dengan desa-desa lain?!! Menurut saya peluang sangat terbuka lebar, tergantung dari semua pihak apakah mau mengembangkan atau tidak. Misalnya kepuhsari… sudah jelas.. brand-nya adalah tatah sungging wayang kulit… Mungkin perlu produk-priduk inovasi sebgai turunan tatah-sungging sehingga pasar semakin luas, misal dengan produk survenir-suvenir berbahan kulit atau berhias sunggingan bergaya seni khas wayang, ataupun tidak salah kalau memproduksi wayang mainan berbahan kardus, yang jaman dahulu banyak dijual kalo ada wayangan, rasanya sekarang sudah mulai susah dicari.
Desa lain seperti Bero ada prospek sentra industri tahu, tentu saja dengan memperluas pasar manyaran, wuryantoro, eromoko, praci tapi mungkin perlu dijajaki pemasaran hingga sukoharjo, klaten, solo bahkan mungkin yogyakarta. Demikian juga bisa dibuat peluang diversifikasi produk olahan tahu, misal dengan tahu bakso, krupuk tahu, kembang tahu dll.
Potensi lain masih banyak seperti adanya industri kecil pembuatan gitar dan kerajinan bambu di karanglor, perhiasan tembaga di Pagutan. Dan masih banyakindustri kecil lain-nya seperti karak gaplek, rambak, kripik singkong, ampyang dan masih banyak lagi.
Hal-hal yang mungkin perlu kita pikirkan bersama adalah masalah pemasaran, peningkatan kualitas ( mutu ), serta teknologi pengemasan (produk makanan olahan). Untuk itu mari dari tulisan ini kita diskusikan, ide-ide, peluang-peluang dan barangkali informasi pasar yang membutuhkan akan tertuang di sini. Mari silahkan berpartisipasi…
Read the rest of this entry »


Tulisan-tulisan berikut berkaitan dengan peningkatan kesejahetraan dan kemajuan manyaran. Untuk itu diharapkan dapat menjadi inspirasi ataupun bahan diskusi untuk memberikan sumbang sih pada Manyaran tercinta. Baik untuk dibaca, dipahami dan diresponse. Terus Maju Manyaran-ku. .....