Archive for the ‘ Dusun/Desa ’ Category

PKMJ

Lengkapnya Klik disini

Bersih Desa

Oleh : Sukasno Kridho Martono. Lengkapnya Klik disini

UMBUL NAGA

Lengkapnya Klik disini

OYOT SUKET…

Gegayutan miturut wong tani, sing wis seprana seprene ndudah saka gugon tuhone marang sakawit para leluhure, wong nenandur iku kudu nganggo pitungan, kayadene Kliyek, Menthek, Joto Kemil, sing paling apih tiba , kliyek utawa menthek. Lengkapnya Klik disini

JANGAN SEPELEKAN SAMPAH…

Lengkapnya Klik disini

Sebagai penanggulangan tanah gundul dan penghijau ramah lingkungan, warga Mantren diperantauan mengadakan gerakan tanaman 1000 pohon, yang akan ditanaman dipinggiran jalan Mantren menuju jalan raya (sebelah timur). Program penghijauan ini juga ditanam pinggiran makam umum dan sepanjang jalan sebelah selatan Dusun Mantren menuju jalan Desa Pingkol dan di area sekitar sumur alam dengan menanam pohon jati dan mahoni. Lengkapnya Klik disini

MRANTASI GAWE

Athak-athak thokek, athak-athak thokek, begitu bunyinya thokek, merupakan binatang melata bunyi dan kulitnya kadang-kadang membuat orang takut dan menjijikkan bahkan ditakuti, akan tetapi faedahnya berguna sebagai penyembuh penyakit kulit. Bunyi Thokek indentik dengan dongeng masyarakat (Dogma) yang sampai sekarang ini masih ada unsur kepercayaan bagi masyarakat, menjadi tebakan dan mengkhayal antara iya dan tidak. Lengkapnya Klik disini

Salakan .. Majan …

 
Salakan Gunungan
Salakan Gunungankedung salakan
[caption id="attachment_1032" align="aligncenter" width="500" caption="Salakan View"]Salakan View[/caption]
[caption id="attachment_1031" align="aligncenter" width="500" caption="kedung salakan"]kedung salakan[/caption]

  Lengkapnya Klik disini

Sumburat jinggo moyo-moyo tumiyung Yuang Arko tinaling pucuking Merapi weh sasmito sumilaking padhang gumanti wanci. Humiring lampahing ari binarung sabawaning titah wus ngancik gunggung telungatus sewidak limo dino. Ginarit bebasan tengahing langkap pinenthang ing brang wetan semu lingsem tumungkul anyar katon sasangka kumenyar. Pambenging mego memplak ing tataraning langit sumingkir lon-lonan kairing tumiuping angin yen cinondro kadyo ewoning kuntul gumiring ing pangonan. Lengkapnya Klik disini

Endah edining jagad linaras lawan panguwasaning Dumadi, pranyata trep lawan ilining kodrat. Titah mung sak dremi jinejer jroning pakeliraning jagad. Umbak umbuling kahanan tan kaelu marang kesduning kayun. Nadyan tanpa ginunggung cacahing donya, kuating panguwasa nanging yen tinemu ing Panguwasa Agung tartamtu lebur mumur. Milik iku kanugrahan kang kasandhang sumampir ing pangawakaning manungso. Tanpa milik datan ono kaendahan kang konjem telenging kalbu. Nanging sifat kodrati iku yen to ora linambaran marang kawicaksanan, niscaya anggendhong lali. Lali marang jatidhiri munggahing marang sesanggeman marang sasomo. Lengkapnya Klik disini

Iring Kidul Margabaya (Dalam Kenangan)

Dino iki pitulas tahun kepungkur linambaran watugilang sesendhen kukuhing sono keling kolo semono, angen-angenku kumleyang ngambah tataraning alam, lapisaning langit kang biru kecu sumeblak silak. Pucuking impenku ngrengkuh abyoring lintang, nggayuh gumelaring rembulan kang katon pucet, esmu lingsem dening pangaribawaning bagaskoro. Lengkapnya Klik disini

MONGSO LABUHAN

Lengkapnya Klik disini

Wara-wara Para Sedulur Mantren, Pakabaran Desa lagi padha panen Kacang brudul.

Kanggo makmurke desa Mantren, lagi wae antuk bantuan duit Rp 20 juta, pinangka kanggo gawe sumur bur, janjine kala acaran temu kangen halal bihalal bakda wengi wis bisa kaleksanan, eguh pratikele Bapak kepala Desa (Mulyadi). para kadang disuwun sumbang surunge, ben murah banyu, ora ngangsu, ora tukar padu, karo tanggaku. Matur nuwun Bapak Mulyadi.

Selamat pada Mas Wanto selaku pamong Kadus Mantren, sembada ing driya, ngrungkebi mangun praja, lagi telung sasi madeg wis bisa nuwuhake kabisane raharjaning desa.

_________________
diPosting oleh admin
Read the rest of this entry »

ukir1ukir3Kalau lewat dari tugu manunggal ke arah watukelir kita akan lewat desa Jati Bedug Punduhsari, yang menarik dari desa ini adalah adanya kerajinan ukir gamelan. Pada awalnya hanya satu rumah tapi lama kelamaan hampir semua rumah menjadi perajin ukir. Kalo diperhatikan dari jalan seh sepertinya semuanya bertemakan gamelan dan wayang ( kalau tidaksalah namanya rancakan ). Sepertinya tiap rumah membuat satu jenis sehingga hampir semua berbeda, ada yang untuk gong, ada yang bonang ada yang kotak wayang dll.

Sebenernya pengen banget bisa mampir dan berbincang-bincang dengan salah satu dari pengrajin itu, ingin menanyakan sejarah, pangsa pasar, hambatan-hambatan dll. Tapi apa boleh dikata karena belum ada satupun yang kenal maka ya sementara nyuri2 foto dulu dari pinggir jalan. hehehehe.

Potret desa ini sebenarnya bisa dijadikan model percontohan, dimana ketrampilan atau keahlian satu rumah bisa menginspirasi tetangga-tetangga-nya sehingga bisa saling berkolaborasi, saling belajar dan bekerja sama sehingga berkembang pesat dan saling mendukung. Tak pelak hampir semua komponen terlibat baik tua maupun muda dan hampir setiap teras rumah digunakan untuk proses mengukir ataupun menyimpan bahan baku maupun hasilnya.

Dengan menjadi sentra (industri), tentunya akan semakin menambah gairah bagi semua untuk bisa ikut terlibat dan mencoba. Hal ini positif adanya karena dengan menjadi sentra akan membuat daerah tersebut menjadi terkenal sehingga secara otomatis pemasaran menjadi semakin mudah. Disisi lain pikiran negatif bahwa semakin banyak yang ikut-ikutan akan menambah saingan saja akan semakin luntur, karena dibuktikan di desa jati Bedug ini.

Punduhsari sepertinya memang melejit meninggalkan desa-desa lain di manyaran dalam bidang industri kecil ( informasi dari comment2 mas lasono ato mas fotrex ya? ) seperti kerajinan bambu (tambah/kukusan dkk) , batako, Intip dll.  Selamat dan salut… Hebat.. Jos Gandos.. Sipp… deh… Punduh memang OK.

 

Lalu bagaimana dengan desa-desa lain?!! Menurut saya peluang sangat terbuka lebar, tergantung dari semua pihak apakah mau mengembangkan atau tidak. Misalnya kepuhsari… sudah jelas.. brand-nya adalah tatah sungging wayang kulit…  Mungkin perlu produk-priduk inovasi sebgai turunan tatah-sungging sehingga pasar semakin luas, misal dengan produk survenir-suvenir berbahan kulit atau berhias sunggingan bergaya seni khas wayang, ataupun tidak salah kalau memproduksi wayang mainan berbahan kardus, yang jaman dahulu banyak dijual kalo ada wayangan, rasanya sekarang sudah mulai susah dicari.

Desa lain seperti Bero ada prospek sentra industri tahu, tentu saja dengan memperluas pasar manyaran, wuryantoro, eromoko, praci tapi mungkin perlu dijajaki pemasaran hingga sukoharjo, klaten, solo bahkan mungkin yogyakarta. Demikian juga bisa dibuat peluang diversifikasi produk olahan tahu, misal dengan tahu bakso, krupuk tahu, kembang tahu dll.

Potensi lain masih banyak seperti adanya industri kecil pembuatan gitar dan kerajinan bambu di karanglor, perhiasan tembaga di Pagutan. Dan masih banyakindustri kecil lain-nya seperti karak gaplek, rambak, kripik singkong, ampyang dan masih banyak lagi.

Hal-hal yang mungkin perlu kita pikirkan bersama adalah masalah pemasaran, peningkatan kualitas ( mutu ), serta teknologi pengemasan (produk makanan olahan). Untuk itu mari dari tulisan ini kita diskusikan, ide-ide, peluang-peluang dan barangkali informasi pasar yang membutuhkan akan tertuang di sini. Mari silahkan berpartisipasi…
Read the rest of this entry »

CERITA TENTANG “MANTREN”

Oleh : Sukasno Kridho Martono

Desa Mantren merupakan bagian di wilayah Kelurahan Gunungan, Kecamatan Manyaran, Kapubaten Wonogiri, yang berbatasan antara Kabupaten Wonosari dan Kabupaten Wonigiri. Sebelah Selatan berbatasan Desa Pengkol , sebelah timur Desa Jetis, sebelah utara Desa Gunungan, sebelah barat Desa Kedungprahu. Dikelilingi pegunungan batu kapur, daerah tandus tadah hujan jumlah penduduknya 55 kepala keluarga sebagian besar sudah lansia berstatus janda dan duda. Masyarakatnya petani tadah hujan, polowijo (menaman padi, kedelai, jagung , singkong dan gandum). Pada musim kemarau tanahnya kering kerontang dan pecah-pecah , pohon tanpa daun, udara panas susah mendapatkan air kebutuhan hidup sehari-hari. Status kehidupan dikelompokkan Kuli Kenceng, Kuli kendho, Mondhok emplok dan Magersari.

Asal usul desa Mantren ada seorang Mantri datang salah satu rumah , karena waktu sudah sore menjelang malam beliau menginap rumah Bapak Kerto almarhum( Bapak Karsomo). Karena penduduknya terpencar-pencar dan terbagai beberapa wilayah antaranya: Karangnangka, Watu gajah, Beran, Ngledokan, Songkuwuh. Oleh Mantri tersebut dari kelima diberi nama Desa Mantren.

Read the rest of this entry »

Tawang Sari

Iki lho Dusun Tawang Sari

Gapurone sampun meh dados, dipun sawang katon elok tenan. Ibu-ibu PKK inggih sami guyub rukun kerja bakti reresik dalan supados resik.

Monggo sami tukar pikiran supados dusun Tawang Sari saget maju malih.

Kangge sederek Tawang Sari ingkang wonten perantuan, meniko saget kagem jambi kangen dumatheng suasana Dusun.

Read the rest of this entry »

Putro Wayah Kepuhsari??

kok mboten sami ketingal nggih…mas astrijadi, mas tarjo, mas yatmo cs.. Lengkapnya Klik disini

[caption id="attachment_82" align="aligncenter" width="480" caption="Ubudnya Manyaran, Ngawonggo Timoyo Bero"]Ubudnya Manyaran, Ngawonggo Timoyo Bero[/caption]

Bulan lalu ada saudara yang kebetulan “Bule” yang lahir dan besar di negeri James Bond 007 yang tinggalnya deket kandangnya Manchester United. Nah karena bingung mo diajak jalan kemana, iseng-iseng kami jalan-jalan menyusuri jalan desa. Wah.. bukan main… dengan trontong mampu sampe ke Ngonngo Timoyo.. jalannya sudah di pelur sampe atas. Sudah maju kan. Dan ternyata pemandangannya sungguh indah. Baik suasanya sawah dan bukit-bukit hijau hingga hamparan waduk Gadjah Mungkur. Lengkapnya Klik disini