WANI NGALAH LUHUR WEKASANE
Posted by sutiyoFeb 4
Tahun Pertama (1991) Saya Menjabat Sebagai Kepala Desa Gunungan, Manyaran WONOGIRI, JATENG.
Saya dihadapkan kepada masarakat saya sendiri, yang Meminta kembali tanah miliknya yang di gunakan Sebagai:
1.SD GUNUNGAN V
2.Balai Desa Gunungan
3.Lap Bola Desa Gunungan
PENJELASAN SAYA;
SD GUNUNGAN V
Oleh Ibu KIYEM, pemilik tanah yg di atasnya di bangun GUNUNGN V SD tsb di cangkuli, Di kasih pager bambu dan ditanami jagung.Boleh di cek kebenaran kesaksian saya ini kepada warga sekitar SD tsb, Kesalahan administrasi dan tukar guling pengadaaan fasilitas desa tersebut terjadi sebelum saya Menjabat Sebagai Kades, Tetapi saya menerima yg pahitnya.
Camat MANYARAN: Waktu itu SUTIMAN BA, memanggil dan Meminta pertanggungjawaban saya sbg kepala desa atas laporan Bu Gunungan KIYEM, yang akan menjual tanahnya Seluas 2880m2 yg di atasnya ada Sekolahan SD GUNUNGAN V beserta ganti rugi atas tanaman yg rusak.Camat Meminta PEMDES menyelesaikan masalah ini . Setelah Beberapa pertemuan / negosiasi yg panjang dan melelahkan Kesepakatan tercapai harga 3 juta Rp.
Desa tidak ada duwit waktu itu! Sebagai kepala desa dan harga”diri’’saya berinisiatif / berupaya menyelamatkan sendiri Gunungan V SD tsb dengan membayar memakai duwit pribadi.Saya mengalah untuk tetap berlangsungnya proses belajar mengajar waktu itu, Tidak ada iuran warga Dusun TUNGGUL yang saya pungut, Untuk membeli Tanah tsb.Disaksikan Kepala Dusun Tunggul SIDAR, Bu KIYEM CS, Beserta Ahli waris, MANYARAN Camat Sebagai Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) memiliki tanah sertifikat hak milik atas nama saya SUTIYO, dengan luas tanah 2880m2, yg di atasnya masih berdiri SD GUNUNGAN V. Jangan di plintir? Disini saya Sebagai ujung Tombak dan UJUNG TOMBOK. Dimamna Pemda dan Disdik Tanggungjawabmu?
BALAI DESA GUNUNGAN
Kali ini saya di bantu LKMD berupaya menyelamatkan Menjadi Balai Desa simbul yg tegaknya pemerintahan dan pelayanan masarakat Desa, walaupun bangunanya yg sudah REOT keluar duwit pribadi dalam mempertahankanya.Bahkan 6 Orang ahli waris pemilik tanah bersertifikat ria Balai desa secara GRATIS.Kami wujutkan / Tinggalkan balai desa yg layak dan tidak ketinggalan jaman.
LAPANGAN BOLA DESA GUNUNGAN
Namun desa lapangan lepas, Berat untuk mempertahankanya.Lapangan di minta kembali sama pemilik lahan.Dalam kesempatan ini saya mohon maaf kepada warga dalam periode pertama saya saya kita tidak punya lapangan bola, dan baru terwujut pada periode kedua saya.
HARAPAN SAYA
Secara Prosedural dan dengan cara baik Baik saya mau menjual tanah Seluas 2880m2 bersertifikat yg diatasnya ada bangunan SD Gunungan V seharga: RP 25ribu/m2 kepada PEMDA WONOGIRI. Bagaimana pak Kades, Pak Camat, Pak BUPATI? Masih pedulikah sama pendidikan dasar putra putri desa kami tulang pungung anak bangsa.
Saya meluruskan berita SOLO POS, SUARA MERDEKA, MEDIA INDONESIA.
(OLEH SUTIYO)
Tulisan-tulisan berikut berkaitan dengan peningkatan kesejahetraan dan kemajuan manyaran. Untuk itu diharapkan dapat menjadi inspirasi ataupun bahan diskusi untuk memberikan sumbang sih pada Manyaran tercinta. Baik untuk dibaca, dipahami dan diresponse. Terus Maju Manyaran-ku. .....
3JT ENTENG….. TTP.TAHUN 1991 HARGA SEEKOR SAPI MASIH 5RATSAN… JADI SUTIYO KELUAR DUET SETARA 6 EKOR..he..he.. Pusing juga..
Cecala
Para sedulur
Pergantian Kepala Desa pada tahun 1991 mengalami pahit, adanya beberapa status infrastruktur :
1. Lapangan sebelah Timur Desa Mantren , tanah lahan milik Mbah Sodiryo Alm. Bakul Arit Gunungan , katanya mau diganti sawah sebelah timur kemaduh tidak jadi, terjadi kisruh , akhirnya lapangan tersebut menjadi tanah garap ahli warisnya. Atas usaha KepDes Sutiyo berupaya mempasilitasi tanah lapangan milik lahan Pakde Mantri Salakan, Pada waktu itu saya juga diikut sertakan menjadi Panitia Di Jakarta (PKMJ) pembuatan lapangan sebagai pengumpul dana, alhamdulillah upaya tersebut dapat terwujud.
2. Balai Desa Gunungan lahan milik Mbak Krama Taruna Maryam Gunungan (embahnya Mas Witoyo) dahalu banyak pohon Mede dan pohon mahoni, tukar guling tanah sebelah barat watu payung.
3. Tanah Tampakan (dahulu digarap anak-anak sekolah SD Gunungan I ditanami jagung, kacang, singkong, gogo, hasil panennya dibawah ke Rumah bapak KepSek SD Gunungan I Siswowiroyo, kenapa kok sekarang juga milik pribadi?
4. Tentang SD Gunungan V Tunggul memang pada waktu itu ada informasi yang kurang pas, itulah baru muncul sekarang.
Sebaiknya harus diruntut, dari awal, dan dievaluasi duduk permasalahannya. kami yakin sebagai orang timur sangat bijak, unggah-ungguh masih tertanam sangat mendalam.
STOP PERS
” MARI BERPIKIR KRITIS DAN JERNIH ”
Mengharapkan dan mengajak dengan hormat handaitolan alumni SD Gunungan V (Tunggul) Depan Rumah Mbah Broto untuk kepentingan kemaslahan orang banyak, dan penyelamat anak bangsa.
Untuk segera ikut serta memfasilitasi masalah-masalah yang ada, dapat dileraikan sedini mungkin, saya yakin Bapak Sutiyo (mantan Kep. Des) orang nya bijak, arif, Hayo sapa duluan menjadi Begawan. bahwa orang-orang yang sudah sukses kapan lagi “HARUS INGAT ” asal muasale, Dahulu sekolahane Gedhek saiki dadi megla bangunan tembok kukuh lan bakuh . Siapa lagi kalau bukan Anda. Manga…
MATURNUWUN PARA SEDEREK KAWIGATOSANIPUN… MONGGO KEPARENG LENGGAH SARENG! KULO MATUR ORA GAWE2…ORA GOLEK2… TERPAKSA KELUH KESAH , KULO WEDAR. SUPADOS KITO MANGERTOS BAGAIMANA ORANG TAHU CARA ORANG MENGHARGAI ORANG, NYUWUN NGAPUNTEN! PELAKU SEJARAH MASIH HIDUP, SAGET DIPUN REMBUG. Jangan dipelintir! Maturnuwn……….
Semoga Allah SWT selalu melindungi dan melimpahkan rahmad-Nya kepadaPakdhe Sutiyo sekeluarga. Ketika saya masih di kampung dan jadi tukang traktor saya seringkali ikut membantu apa yang menjadi keperluan Pakdhe Sutiyo sekeluarga dari hal yang kecil sampai yang serius. Saya akui Pakdhe selama menjadi Pamong tidak pernah berharap di sanjung atau diberi tetapi selalu berusaha member kepada warganya. Namun jika akhirnya kenyataannya seperti ini saya yakin pasti Pakdhe punya jawaban dan alasan yang mendasar dari semua permasalahan ini. Pakdhe Sutiyoso sudah terbiasa susah jadi sudah menjadi tradisi Pakdhe menjalani laku prihatin,,,,saya sekeluarga turut membantu Do’a kepada Pakdhe Sutiyo agar tercapai apa yang diharapkan,,,,
Maju terus bp.sutiyo kami warga gunungan mendukungmu.PEMDA matanya buta,telinga tuli…tp klu korupsi pd berebut mendahului
nDerek Pamanggih.
Nuwun sewu menawi wonten lepatipun.
1. Apapun bentuk penyelesainnya, diutamakan kegiatan belajar mengajar jangan sampai terganggu.
2. Jangan sampai msalah seperti ini menjadi masalah personal vs personal tapi marilah dipandang sebagai masalah bersama seluruh warga sehingga selalu mengedepankan kerukunan bersama.
3. Penyelesaian secara cepat mungkin agak susah karena melibatkan birokrasi, yang kita pahami memiliki aturan2 yang ruwet.
4. Memang baiknya status milik pribadi segera diubah menjadi milik publik. Kalau pemerintah butuh prosedur yang panjang.. mungkin bisa melalui organisasi kemasyarakatan atau yayasan.
5. Mungkin setelah ada forum khusus (yayasan) nanti akan ada titik temu sehingga semuanya enak.. misal termin pembayaran, harga khusus, hibah dalam bentuk dewan penyantun yayasan atau kesepakatan yang lain.
6. Seteah terjadi kesepakatan.. itu diterjemahkan kedalam dokumen hukum yang jelas sehingga menjamin ketenteraman di kemudian hari.
Mekaten.. sepindah malih menawi woten lepatipun nyuwun pangapunten
@ Pakdhe Sutiyo: Teteken Kanthi Tekun…..Bakal Tekan Kang Sinedyo….
wah..ikut prihatin juga dg berita diatas….menjadi wakil rakyat, ternyata tidak mudah..banyak duka dan sukanya…( saya pernah mengalami )….banyak waktu tersita buat rakyat..tapi itu semua janganlah menjadi beban moriil maupun materiil…..jasa bapak sangat baik , buat mendukung para generasi penerus kita…mudah2an generasi peneruslah yang akan memperbaiki itu semua..
Assallamu ,alaikum wr… wb….
kagem mbah sutiyo…..kulo nderek prehaten… seorang mantan pamong mendapat perlakuan seperti itu… sudah.. bekerja untuk kepentingan mayarakat, tanpa gaji, slalu mendapat caci maki,pensiunpun tak ada yg peduli….kami berharap seluruh instansi terkait setelah mendengar dan mengetahui kasus ini kiranya segera mengambil kebijakan untuk menyelesaikannya dengan arif dan bijaksana. Hargailah perjuangan seorang pamong sebagai ujung tombak pemerintahan tingkat desa, matur nuwun semoga Alloh slalu meridhoi.
Usul nih bapak-bapak & ibu semua, mestinya kita terutama warga Tunggul dan Gunungan bisa memberikan solusi dengan membeli tanah yang menjadi sengketa trus diwakafkan di notaris/PPAT sehingga dikemudian hari tidak menjadi masalah lagi. Setelah saya membaca bahwa Pak Sutiyo pernah mengeluarkan uang Rp. 3 juta untuk pembelian tanah ini trus sekarang beliau menuntut menjadi Rp. 25.000/mtr berarti mengalami kenaikan 25X. Saya rasa bisa dinegosiasikan lagi maksimal menjadi 5 kali harga awal atau sebesar Rp. 15juta. Toh ini untuk kepentingan publik. Insya Alloh saya ikut berpartisipasi walaupun saya bukan orang Tunggul.
SEBELUMNYA SAYA UCAPKAN TERIMA KASIH ATAS PARTISIPASI DAN PERHATIAN SAUDARA2 SEKALIAN ATAS PEMBERITAAN DI MEDIA TENTANG SETATUS SD GUNUNGAN V INI. WALAU BERITA SANGGAHAN DARI BERBAGAI PEJABAT SEPERTI SEKDA,BUPATI,DEWAN, TIDAK BERPIHAK PADA SAYA NAMUN TIDAK DAPAT DIPUNGKIRI WAKTU TAHUN 1991 BETAPA SUSAHPAYAHNYA SAYA MENYELAMATKAN PROSES BELAJAR MENGAJAR DI SD INI, FAKTA TIDAK DAPAT DIPUNGKIRI, INI HANYA BISA DILIHAT DENGAN KACA MATA ORANG BIJAK,YANG MENJUNJUNG TINGIGI AGAMA BAHWA KESAKSIAN KITA NANTI DIMINTA PERTANGGUNGJAWABAN.BOLEH SAJA BAPAK2 YANG HARUSNYA GANTIAN MENYELAMATKAN SD INI MENERIMA BERITA DARI SEBELAH PIHAK, TETEPI SAYAH TELAH MENUNJUKKAN BUKTI UPAYA SAYA TIDAK SEKEDAR OMONG DAN OBRAL JANJI…..
Assalamualaikum, wr.wb.
Yth Pak Dhe Sutiyo
Nuwun Sewu Pak Dhe, Saya sebagai putra Daerah Asal Salakan, Gunungan Kecamatan Manyaran. Sungguh sangat prihatin atas nasib calon generasi Bangsa kita, dimana tempat mereka mencari ilmu dijadikan ajang pertarungan demi sebuah nilai rupiah. Mari kita sudahi pembodohan terhadap rakyat. Pak Dhe sebagai bahan informasi saja, bahwa Dunia Pendidkan sekarang ini dijadikan ajang bisnis, seperti DAK (Dana Alokasi Khusus-red) dan BOS (Bantuan Operasional Sekolah). Jelas2 Dana tersebut untuk pembangunan Sekolah dan kebutuhan para siswa. Justru Dana DAK dan BOSnya banyak “SIKAT” alias masuk kantong pribadi masing2 oknum. Ini terjadi di Jawa Barat, Aceh, Kalimantan, Sumatera Utara (Sesuai dengan hasil temuan Tim Investigasi Kami). Dan barang bukti ada disaya semua. Pemberitaan di Media Kami, jika tidak dilampirkan data valid/A1 maka kamipun tidak akan menayangkan berita tersebut. Untuk itu Kasus SD N V Gunungan sudah menjadi catatan kami, Insya Allah rekan-rekan redaksi Perwakilan Mapikor Indonesia Jawa Tengah akan menelusuri langsung ke TKP. Kebetulan saya sendiri sekarang juga lagi ngusut kasus Tanah Sekolah yang diperjualbelkan oleh oknum Kepala Sekolah dan Dinas. Ini terjadi diwilayah Aceh. Jika berkenan Pak Dhe dapat menghubungi saya di 0813 851 241 98 atau (021) 91305725. Media Masyarakat Pemerhati Korupsi (MAPIKOR) Indonesia ini alhamdulillah punya saya. Untuk mempermudah proses investigasi dilapangan, mohon kiranya Pak Dhe memberikan info detail. Jika memang Bupati, Sekda, Kadis maupun pejabat terkait terlibat hanya satu tempat yang cocok bagi mereka yaitu PENJARA! Karena terhitung sejak Januari 2010 lalu, Kabupaten Wonogiri sudah saya kantongi beberapa temuan data yang harus segera dilakukan Investigasi atau istilah Polisi sudah menjadi Target Operasi (TO) kami dari Jakarta (Berdasarkan Data yang Kami Terima dari KPK). Tinggal nunggu waktu saja, kita biarkan mereka tertawa dan bersandau gurau. Bumi Wonogiri Tak Ada Tempat Untuk Korupsi, Apalagi Untuk Koruptor. Pangkas dan Libas Pejabat BERMENTAL KORUP dan Karbitan. Sepindah malih, Saya mohon kerjasama Pak Dhe untuk mengungkap borok para aparatur daerah yang seenak udelnya itu. Mugi permasalahan ini mendapatkan kemudahan dan diridhoi Allah SWT. Karena hanya dengan kebenaran dan niat tulus berjalan maksimal. Tetap Semangat Pak Dhe dan SALAM MAPIKOR INDONESIA. Matur Sembah Nuwun (Bambang Yudy Baskoro, Putunipun alm.Mbah Dadu)
Aku durung duwe keyakinan karo kridaning MAPIKOR, opo maneh sampai sak iki durung krungu reputasine. Mending langsung ke KPK, kalau ngasih data ke NGO kadang2 gur dinggo bahan jualan. Banyak NGO yang dibiayai oleh para donatur dari luarnegri, ujung-ujungnya ada motif terselubung untuk mengadu domba rakyat indonesia. Ini kadang tidak disadari oleh para relawan NGO, tetapi para foundingnya tahu betul tujuan dan motifnya yaitu uang dan kekuasaan. Sudah terlalu banyak lembaga non pemerintah di negri ini dan hasilnya hanya merusak tatanan dan ketentraman, jadi hati-hatilah.
Assallamu ,alaikum wr… wb….
Nuwun Sewu Mas Sutiyo,
Saya turut prihatin mendengar berita ini, saya berharap semoga masalah ini dapat diselesaikan dengan baik, dan para pejabat yang bersangkutan dapat membuka mata pasang telinga untuk dapat menyelesaikan permasalahan ini.
Jangan sampai para penerus generasi tidak bisa mengenyam pendidikan tingkat dasar, khususnya di wilayah tunggul dan sekitarnya.
Dan harapan saya Bapak Bambang Yudy Baskoro yang mempunyai MAPIKOR dapat membantu membuktikan kebenaran ini
Bapak Sutiyo, saya doakan semoga diberi kekuatan untuk menyelesaikan masalah ini sampai tuntas, diberi kemudahan dan diridhoi Allah SWT.
Nuwun sewu….nopo mawon namine.badhe MAPIKOR..NOPO KPK monggo mawon engkang badhe jembadani…amargi kulo sampun maos piambak dhene Bp sutiyo sampun kirim surat tembusan dateng pihak2 terkait…termasuk dtg depdiknas kab wngri…ugi kulo sampun maos jwban saking depdiknas…blh depdiknas sejatosipun mboten saget ngatasi..mlh2 kados lps tangan… Kangge pak bupati panjenengan mbangun candi mawon saget,..kenging menopo panjenengan boten saget damel gubuk kangge belajar?..apa gara2 lokasine eneng gunung…terus ora ono sing nyawang,…ingat!!! Wonogiri bisa maju berkat dukungan warga manyaran juga,..& Sampean bs sampe wngri berkt org manyaran jg…mhn cpt di slsaikan mslh ini…matur suwun…
Kulo tumut urun rembug rekedik kemawon. Monggo sami berpikir yg jernih kpd pak bupati, pak camat, dan semua orng pemda, munpung yg bersangkutan msh hidup tlng diluruskan masalah ini yg selurus2nya kasihan pbkd SUTIYO yg sampai skrng htngnya aj blm kebayar. Mohon kebijakannya
Pokoknya saya pribadi bener2 tumut prihatin kaleh pakde kulo SUTIYO
SETELAH MENGAMATI PERKEMBANGAN SD GUNUNGAN V, SULIT JUGA LHO BIROKRASI KITA, APALAGI KALAU KONFLIK KEPENTINGAN UJUNG2NYA YANG BICARA, SAMPAI SAAT INI AJA PEMDA TIDAK BISA MENYELESAIKAN, APALAGI DULU PAK SUTIYO, SAYA KIRA WAJAR KALAU MENDINGAN NOMBOKI DULU. KACIANNN KALAU BERITANYA DIPELINTIR2… DULU NOMBOKI SEKARANG DIKEPLOKI. TERLEPAS DARI BAIK DAN BURUKNYA PENGABDIAN PAK SUTIYO DULU SAYA KIRA WAJAR KALAU BELIAU MEMINTA SEGERA SETATUS SD INI MENJADI ATAS NAMA PUBLIK. YA PEMDALAH YANG MENYELESAIKAN MASA MENUNGGU BEGAWAN2 LAIN SEPERI SUTIYO…MANA ADA!!!