MANYARAN Termasuk Rawan Pangan
Posted by SukatmoFeb 4
Wonogiri (Espos)–Sebanyak tujuh kecamatan di Kabupaten Wonogiri masuk dalam kriteria daerah rawan pangan. Ketujuh kecamatan itu adalah Giritirto, Karangtengah, Wuryantoro, Manyaran, Kismantoro, Purwantoro, dan Jatisrono.
Berbagai upaya tengah dilakukan Kantor Ketahanan Pangan Kabupaten Wonogiri untuk mengurangi tingkat kerawanan pangan itu dan menjadikan daerah tersebut menjadi daerah mandiri pangan. Di antaranya melalui program Desa/Kelurahan Mandiri Pangan.
Kasi Ketersediaan dan Difersifikasi Pangan, Tiningsih, mewakili Kepala Kantor Ketahanan Pangan Wonogiri, Muhammad Taufiq, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (3/2) mengungkapkan, ada tiga indikator sebuah daerah dikategorikan rawan pangan, yaitu dilihat dari ketersediaan pangan dibandingkan dengan kebutuhan, akses terhadap pangan yang mengacu persentase penduduk miskin, kondisi infrastruktur wilayah, sarana listrik dan sebagainya, serta pemanfaatan pangan, yang mengacu pada kesadaran masyarakat dalam memanfaatkan sumber-sumber pangan.
“Dilihat dari persentase kemiskinan, suatu daerah dikatakan rawan pangan apabila jumlah penduduk miskin di daerah itu minimal 35%,” kata Tiningsih.
Dia mengungkapkan, di antara tujuh kecamatan rawan pangan itu, Kismantoro tergolong sangat rawan. Jumlah penduduk miskinnya mencapai 20.000 jiwa, atau sekitar 44,63% dari total penduduk yang mencapai 44.058 jiwa.
Tiningsih mengatakan, sepanjang 2009 lalu yang merupakan tahun pertama berdirinya Kantor Ketahanan Pangan di Wonogiri, pihaknya sudah dan akan terus melakukan upaya untuk mengurangi tingkat kerawanan itu. Di antaranya melalui bantuan sosial dalam bentuk uang sebagai modal untuk membuka usaha-usaha ekonomi berbasis masyarakat. Masyarakat sendirilah yang mengelola, merencanakan kegiatan dan membangun usaha itu.
Selain itu, lanjut Tiningsih, diadakan pula pelatihan-pelatihan keterampilan agar masyarakat setempat bisa bekerja dan memiliki penghasilan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan pangan. Diprogramkan pula cadangan pangan pekarangan serta pemberian bantuan bibit tanaman buah rambutan dan sukun.
Tulisan-tulisan berikut berkaitan dengan peningkatan kesejahetraan dan kemajuan manyaran. Untuk itu diharapkan dapat menjadi inspirasi ataupun bahan diskusi untuk memberikan sumbang sih pada Manyaran tercinta. Baik untuk dibaca, dipahami dan diresponse. Terus Maju Manyaran-ku. .....
@ Mas Sukatmo
Kalah dhisik ra apa-apa, luwih becik, terima kasih berita ini kebetulan saya baru baca dan mau saya masukkan kedalam berita ini. Matur nuwun
Urip kanggo mangan opo mangan kanggo urip, monggo kerso ingkang bade ngawekani….. mengapa manyaran termasuk dalam kategori rawan pangan? sangat ironis bukankah banyak warga manyaran yang sudah berhasil di perantauan, kalo dilihat dari potensial alam memang ada benarnya karena hanya mengandalkan curah hujan untuk bisa bertani. Namun sebenarnya apakah tidak mungkin Sumber Daya Manusianya sangat Potensial untuk mengangkat harkat dan martabat warga manyaran banyak Home Industry yang berkembang disana ( ukir, anyaman bambau, emping mlinju, intip kering lan liya-liyane..) Potensi inilah yang dapat dijadikan komoditas pengembangan ekonomi sehingga jika dari segi pertanian kurang bisa di andalkan bisa disubsidi dari industri rumahan…………… monggo di lanjut..
Ya mungkin bisa jadi malah akan lebih kalau di liat dari potensi alam dengan perubahan alam yang luar biasa, kalau kita berkaca dari satu sisi kerajinan atau home industry di wilayah Manyaran itu termasuk minim sekali hanya ada beberapa kerajinan, kakmongko di Kec manyaran kurang lebih 90an deso, diantara 90an desa itu kan 80% tani sing ngecakne pora mumet sopo sing pingin arep bertahan kaya gitu terus monggo di kupas lanjuuuuuuuutttttttttttt
Arep dadi tukang cukur kancane moro gandeng ora duwe suguhan mung disuguhi cukur gratis malah moro mung jilih gunting, mau bengkel tanggane moro jilih kunci, mau jual CD ming do di jajal, mau ngojek sak iki montor wis ilir, arep bakul besengek penggemare ono jakarta,
Manyaran dari dulu hingga kini……..
untungnya sekarang udah banyak media, sehingga keadaan Manyaran bisa juga diketahui oleh yang perlu mangetahui, tapi boleh dikata keadaan sekarang lebih baik daripada tahun 90-an, nah tapi namanya jaman sudah berubah, sehingga segala sesuatu menuntut lebih baik…
Bagaimana sebenarnya untuk lebih baik, contohnya
1. Sekarang dikala musim buah khususnya mangga daerah Manyaran sangat berlimpah sehingga ngga ada harganya, bagimana bisa didistribusikan ke tempat lain atau dibuat keripik buah dan dapat dipasarkan….
2. Kelapa, tidak kalah banyaknya hingga harganya sampai dibawah 1000 rupiah, lagi2 kendala memasarkan ke daerah lain..atau menjadikan produk lain yang lebih komersil…
Terimakasih…
MENIKO DADOS TANGGUNG JAWABPIPUN PEMERINTAHDAERAH MANYARAN,KEPRIPUN TEAM EKONOMINIPUN, SEBETULNYA DAERAH MANYARAN MENIKO HASIL BUMINIPUN MELIMPAH, KADOSTO MENTE,PELEM LAN JAMBU KLUTHUK LAN UGI SAKING HOME INDUSTRYNIPUN,WAYANG KULIT(TATAH SUNGGING),UKIRAN KERAJINAN DARI BAMBU DSB,……….BAGAIMANA PEMDA HARUSNYA BISA MENDISTRIBUSIKAN HASIL KARYA WARGANYA KE TINGKAT YG LBH TINGGI….OJO GUR TURU WAE…
yang jelas semua bertanggung jawab, termasuk kita yang berada di perantauan,
bagaimana cara kita untuk memakmurkan minimal keluarga kita, terus desa kita, lambat laun tentu akan semakin makmur semuanya….
Amieeeeeeeeenn
Yen wis makmur kabeh trus arep ngopo Mas…….?