JANGAN SEPELEKAN SAMPAH…
Posted by sukasnoJan 5
“ Sampah kadang kala diremehkan oleh banyak orang, akan tetapi kalau kita mengerti manfaat sampah tersebut akan memberikan kontribusi dan keuntungan bagi banyak orang. “
Tidak menjadi rahasia umum. Desa Bero, Kecamatan Manyaran Kabupaten Wonogiri, merupakan Kelurahan paling timur dari Kecamatan Manyaran. Dari dulu sampai sekarang terkenal banyak Piyayi (pegawai negerinya) khususnya Guru, dan pegawai Margatama (Jalan) dan Mandor pasar (petugas jaga pintu masuk Pasar). Dan terkenal home industri Tahu.
Walaupun musim kemarau panjang tidak membuat Warga Bero Geram dan bahkan tidak terdiam sejenak. Ditengah-tengah Desa ada pasar misbar (gerimis bubar) dan pertokoan telah memberikan dampak positif gerakan ekonomi mikro dan makro.
Kepala Desa Bero Drs. Joko Pramono yang sudah dua periode ini menjadikan orang nomor satu mampu menggerakan roda pembangunan dan kewirausahaan mandiri dan meningkatkan tarap hidup pada warganya perlu mendapatkan acungan jempol. Konon katanya dari seratus warga salah satu warganya mendirikan usaha home industri wajan dari bahan alumunium rongsok.
Bahwa keberadaan home industri wajan ini menjadikan tumbuhan hidup dan harapan bagi sekelompok warga Bero yang telah dirintis kurang lebih lima tahun oleh Sri Harjuna dengan nama “ Pabrik Gajah Mas “ mampu memproduksi sekitar 500 wajan per harinya, namun soal harga bervariasi antara Rp 10.000 hingga Rp 50.000, hasil produksi ini telah beredar berbagai pelosok, Solo dan Ponorogo dan bahkan Di Jakarta, hal ini hanya mengandalkan harga yang dapat dijangkau oleh pembeli.
Dengan keberadaan home industri wajan tersebut diharapkan dapat memberdayakan tenaga kerja dan kontribusi peningkatkan pendapatan bagi rumah tangga dan Desa Bero pada khususnya. SKM 2010.
Tulisan-tulisan berikut berkaitan dengan peningkatan kesejahetraan dan kemajuan manyaran. Untuk itu diharapkan dapat menjadi inspirasi ataupun bahan diskusi untuk memberikan sumbang sih pada Manyaran tercinta. Baik untuk dibaca, dipahami dan diresponse. Terus Maju Manyaran-ku. .....
pak kebetulan aku juga membatu ngurusi sampah organik ,produk pertama yang dihasilkan adalah briket dari daun2 yang dikumpulkan dari sampah lalu dibakar dan dicetak dengan campuran lem kanji 2,5% setelah diuji kalorinya cukup tinggi .jadi alternatip penganti minyak dan kayu bakar murah ,mudah, ramah, produk lainnya adalah pupuk organik . jadi memang sampah gak boleh disepelekan .lanjut pak
Mas Wakidi, kulo usul mbok sampeyan dadi pelopor pembuat briket dari sampah di kampung. Prospeknya sangat bagus lho sekalian mengembangkan ekonomi rakyat. Bahan baku melimpah, pasar terbuka luas karena harga minyak maupun gas yg mahal.
mas danyang kulo sih seneng kemowon tp wedal ipun sing radi rupak, nek anak2 karang taruna berminat saya suh membantu caranya diwaktu libur saget. maturnuwun saran ipun
@ Mas Wakidi
Ngudarasa, ngelmu iku …. terusna ing tembang mocapat pucung.
Sak bisa-bisa kapinteran mau ditularake marang wong liyan. kaya unen-unen = mlumah, mengkurep, madhot, mleblu, metu. artine sampean : golek ilmu, yen wis oleh ilmu aja dal tinuku, tambah ilmune, dadi wong pinter, kudu ditularake .
Wis prayogane ngelmumu kudu gek ndang di paringke karo wong desa, selak kiyamat mengko.