MRANTASI GAWE
Posted by sukasnoJan 4
Athak-athak thokek, athak-athak thokek, begitu bunyinya thokek, merupakan binatang melata bunyi dan kulitnya kadang-kadang membuat orang takut dan menjijikkan bahkan ditakuti, akan tetapi faedahnya berguna sebagai penyembuh penyakit kulit. Bunyi Thokek indentik dengan dongeng masyarakat (Dogma) yang sampai sekarang ini masih ada unsur kepercayaan bagi masyarakat, menjadi tebakan dan mengkhayal antara iya dan tidak.
Kepala Desa Gunungan Kecamatan Manyaran Bapak Mulyadi baru lima bulan dipilih oleh rahyat menjadi orang nomor satu sebagai Kepala Desa Gunungan. sudah berani unjuk gigi. Ditengah-tengah sambutan acara Temu Kangen dan Halal bihalal Warga Mantren yang diprakarsai dari Paguyuban Keluarga Mantren Jakarta pada hari Jumat Wage 3 Oktober 2008 menjanjikan bantuan dari pemerintah berwujud air bersih untuk ketiga Dusun yaitu Dedean, Majan dan Mantren, hampir 200 juta, dapat dibuktikan dan perlu mendapatkan acungan jempol serta dukungan seluruh warga perantau
Ketua pelaksana ketiga proyek Pengadaan Air Minum Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) bantuan Bank Dunia berupa sumur bor Bapak Saliyo dan bendahara Ibu Purwanti berupaya agar keberadaan air bersih ke tiga Dusun tersebut segera terwujud, proses pengerjaaan untuk Dusun Dedean dan Majan sudah 80%, diharapkan dalam waktu dekat ini sudah dapat dinikmati oleh ketiga dusun tersebut.
Alhamdulillah impian air bersih warga Dusun Mantren sebentar lagi segera terwujud. Pada hari Jumat Kliwon 18 Desember untuk proses pengeburan sumur bor Dusun Mantren sudah dimulai hingga pada hari Jumat, 2 Januari sudah mencapai kedalaman 54 meter. Adanya air bersih tentu berpengaruh besar pada kebersihan dan kesehatan masyarakat Dengan alokasi dana sebesar Rp 57 juta yaitu untuk proses pengeboran, peralatan , sampai suplay air di bak penampungan. Namun suplay air ke sejumlah 60 kepala keluarga sebesar Rp 15 juta dibebankan pada warga.
Pada hari Minggu 27 Desember 2009 seluruh warga Dusun Mantren telah melaksanakan kerjabakti pembuatan menara air perrmanen untuk menampung air, dengan harapan bisa disalurkan kerumah warga, yang dipimpin langsung kepala Dusun Mantren Suwanto, ini bentuk respont positif dan semangat juang “ mrantasi gawe “ atas bantuan proyek berupa sumur bor kepada masyarakat di pedesaan untuk menanggulangi suplay air kebutuhan hajat hidup di musim kemarau panjang sangat menjadikan mimpinya.
Tidak menjadi rahasia lagi pada musim kemarau, bahwa Dusun Mantren air bersih sangat sulit didapat, sehingga masyarakat harus membelinya hingga ratusan ribu rupiah. Hal demikian ini harus sinergi antara masyarakat dengan pihak pemerintah dalam mengatasi dan ketercakupan air bersih. Sebetulnya dari 60 kepala keluarga setiap rumah sudah banyak yang membuat sumur gali masing-masing, namun pada musim kemarau air sumur menyurut bahkan mengering.
Menurut Sukasno, walaupun telah adanya bantuan air bersih berupa sumur bor, perlu gerakan penanaman pohon sehingga suasana bisa teduh dan air bisa tertahan di tanah. Jika setiap rumah memiliki ruang penghijauan atau tanaman, air tanah akan tersimpan. Maka perlu reboisasi penanaman pohon tahunan seperti pohon jati, mahoni Hidup di Desa yang merupakan daerah berbukit batu kapur sangat-sangat meprihatinkan terutama sekali pada msim paceklik dan dilanda kemarau panjang tak membuat gembira. Ini merupakan tanah kelahirannya bahwa masyarakat setempat bekerja menggarap sawah tadah hujan , pada musim kemarau mereka akan menganggur selama musim kering.
Sebagai respond positif keberadaan sumur bor, warga Dusun Mantrten yang merantau di kota–kota, melalui Paguyuban Keluarga Mantren Jakarta (PAKEM) pada acara arisan hari Minggu, 3 Desember 2010 secara gotong royong penggalangan dana diperuntukkan biaya instalasi suplay air ke masing-masing warga Para pendiri dan anggota paguyuban mengajak warga Dusun Mantren yang merantau ke kota-kota untuk dapat penggalangan dana guna meringankan beban orang tua dan keluarga sebagai bentuk kepedulian terhadap tanah kelahirannya.
Disamping itu juga, pada tahun APBN-APPD 2010 Bapak Kepala Desa Gunungan (Mulyadi) menjanjikan akan perbaikan jalan sebelah timur Dusun Mantren sepanjang 700 meter yang akhir-akhir ini rusak tertindas truk-truk yang mengangkut batu kapur, semoga perjuangan Bapak Mulyadi menjadikan kenyataan.
Beliau adalah salah satu Kepala Desa termuda dari seluruh Kepala Desa Kabupaten Wonogiri, jiwa semangat juang untuk membangun Desa, terutama sekali wilayah Kelurahan Gunungan menjadi prioritas utama. Disela-sela melaksanakan tugasnya sebagai Kepala Desa, banyak hal dalam dirinya yang harus ditingkatkan demi memberikan yang terbaik bagi keluarganya dan masyarakat. Cara yang paling tepat untuk memperbaiki masa depan keluarganya dan masyarakat ialah dengan pendidikan. Sebelumnya menjadikan anak-anak mereka menjadikan seorang sarjana, suatu saat nanti. Dengan segala upaya, niat kuat, berdoa dan dukungan cinta dari sang istri, pada paruh waktu meneruskan pendidikan lanjutan ke perguruan tinggi, kalau tidak ada aral melintang pada bulan Januari 2010 ini Mulyadi akan dikukuhkan gelar kesarjanaannya.
Untuk mendukung program kerja jangka pendek dan panjang Kepala Desa, seluluh jajaran perangkat desa , setiap sebulan sekali diadakan pertemuan yang dinamakan kelompok kelapa muda, sesuai lambang Pak Mulyadi saat pemilihan Kepala Desa. Konon katanya, bahwa Kelurahan Gunungan adalah paling luas wilayahnya dari seluruh Kabupaten Wonogiri. Diharapkan seluruh perangkat desa mulai dari tingkat RT, RW dan Kepala Dusun untuk merancang desa maju, dan harus mempunyai visi dan misi yang jelas, dan jikalau tidak sanggup mengemban tugas dan tagungjawabnya lebih baik mundur. Jelasnya… SKM 2009.
Tulisan-tulisan berikut berkaitan dengan peningkatan kesejahetraan dan kemajuan manyaran. Untuk itu diharapkan dapat menjadi inspirasi ataupun bahan diskusi untuk memberikan sumbang sih pada Manyaran tercinta. Baik untuk dibaca, dipahami dan diresponse. Terus Maju Manyaran-ku. .....
Cecala , sing sapa wae arep gawe kabecikkan , ndak tanpa kanti tulus iklas lahir batin, aku tunggu dana weweh para sedulur kanggo bantu selulur, siji lara rong puluh selikur aku nunggu danatur para sedulur… mas Fotrex…. ahem.
@ Widarso
Kabare sing pada ngebur sumur piye, Ja lali Dina Minggu tanggal 7 Februari 2010 arisan ana daleme Pakde Budi Kampung Pulo Taman Asri, lan ana acaran jagongan adine Mas Budi sing wuragil bar dadi nganten. Aja lali nggawa duwit serep.