Gerakan penanaman pohon perlu diaktifkan lagi.
Posted by sukasnoJan 4
Sebagai penanggulangan tanah gundul dan penghijau ramah lingkungan, warga Mantren diperantauan mengadakan gerakan tanaman 1000 pohon, yang akan ditanaman dipinggiran jalan Mantren menuju jalan raya (sebelah timur). Program penghijauan ini juga ditanam pinggiran makam umum dan sepanjang jalan sebelah selatan Dusun Mantren menuju jalan Desa Pingkol dan di area sekitar sumur alam dengan menanam pohon jati dan mahoni.
Sebetulnya tanaman penghijaun tersebut telah lama digagas dua tahun yang lalu, namun adanya gendala tidak diperbolehkannya menaman pohon sepanjang jalan oleh para pemilik lahan sepanjang sawah, konon katanya mengganggu tanaman palawija.
Sesuai hasil pertemuan Sukasno dengan Kepala Desa Gunungan Bapak Mulyadi yang didampingin oleh Kepala Dusun Mantren Suwanto dan beberapa staf RT dan kelompok tani pada hari Sabtu 26 Desember, telah direspond positif akan ditamam seribu pohon yang diprakarsai oleh para pemuda-pemudi desa Mantren yang merantau ke Kota. Hal ini tidak luput bentuk kepedulian warga Mantren terhadap ketahanan sumber air tanah dan ramah lingkungan untuk tanah kelahiran untuk kelestarian alam, untuk anak keturunannya.
Bapak Mulyadi akan bertanggungjawab sepenuhnya apabila ada yang melarang menanam penghjau apalagi setelah ditanam dicabut, Dan tidak rahasia lagi pada musim kemarau menjadi bencana bagi masyarakat kecakupan air bersih, maka perlu gerakan penanaman pohon sehingga suasana bisa teduh dan air bisa bertahan di tanah. Pola reboisasi atau penanaman pohon perlu dipraktikan bukan hanya diomongkan.
Untuk itu Sukasno sebagai pemrakarsa tanam seribu pohon tersebut, untuk kebutuhan bibit tanam pohon telah melelang kepada seluruh warga perantau untuk mendukung untuk binih pohon jati dan mahoni… SKM 2009.
Tulisan-tulisan berikut berkaitan dengan peningkatan kesejahetraan dan kemajuan manyaran. Untuk itu diharapkan dapat menjadi inspirasi ataupun bahan diskusi untuk memberikan sumbang sih pada Manyaran tercinta. Baik untuk dibaca, dipahami dan diresponse. Terus Maju Manyaran-ku. .....
@ Narto
Tiga hari aku berada di kampung halaman, mampir dirumahmu , kebetulan nggak ada dirumah, wadhuh aku kagum dan bangga tatanan rumahnya indah.
Wah bagus itu Pak Kasno..
dan sekedar tambahan informasi.. sepertinya sepengetahuan saya, kesadaran akan menanam pohon sudah cukup tinggi. Terbukti saya lihat pas awal musin hujan ini byk sekali warga yang wira-wiri membawa bibit pohon sperti jati dan sengon laut. bahkan sampe ada penjaja bibit pohon ideran pake mobil pickup dan halo-halo….
Saya sendiri sudah menggandeng investor untuk menanam tanaman keras di daerah bero, dan musim ini saya direncanakan bisa tertanam 1500 bibit pohon. Sayang lahan untuk kerja sama sudah terbatas, sedangkan investor masih cukup antusias.. untuk menambah jumlah pohon. jadi kalau ada yang memiliki lahan nganggur kami siap untuk diberdayakan dengan sistem bagi hasil.
@Mas Kasno. Saya pas tanggal 1 januari ada di rumah mas. Tapi saya nggak tahu kalo panjenengan ada di rumah mantren. Nggih nyuwun ngapunten mas. Kapan-kapan saget kepanggih ing sanes wekdal.
@ Wiwied, Amien-amien,
Tolong dibantu khususnya Dusun Mantren, dan kalau bisa aku diberi informasi harga-harga bibit pohon jati, mahoni bahkan yang lain-lain.
Mohon maaf pulang kemarin tidak bisa ketemu. semoga niat baik yang kita gapai mendapatkan dukungan sepenuhnya dari berbagai pihak.
Terima kasih.
@mas Kasno
Soal harga terganmtung kondisi bibit mas.. kalo jati itu mulai 2,5rb sd 20rb tergantung tinggi bibit dan jenis polibag serta kualitas bibit apakah dari biji, stek atau kultur jaringan.
Kalo sengon.. kalau mau tindak purworejo… dari mulai Rp. 500,- kalo prangko manyaran rata2 ya 2500-an kayaknya.
Kalo mahoni/akasia kayaknya lebih murah.. dan bahkan bisa dapat gratis kalo kontak perhutani.
Tetapi kalau saya sendiri baru mau mencoba Jabon ‘jati kebon’ saya kerjasama dengan temen investor. Perkembangan dan kualitas diatas sengon laut tapi dibawah jati.
Saya lebih setuju kalo untuk penghijauan jalan ditanam pohon mahoni. Pohon ini daunnya banyak dan memberi keteduhan, dan tahan kemarau. Gimana Pak Sukasno? apa program ini sudah dijalankan?
Maaf waktu arisan bualn desember tidak bisa datang karena ada keperluan didesa
aku dadi kilingan wit mauniku . mas narto mauni ku wis gede-gede yo mas kulone lik suroto
@wakidi : wit mahoni sing ono kulone lik suli sampun ageng-ageng mas. katon ijo lan ledhung-ledhung. kari nunggu panen. mbok menowo sedelok maneh wis ono bakul sing wani nganyang. tapi sayang yen didol mas. idhep-idhep nggo celengan lan iso kanggo penghijauan neng ndeso.
@ Wiwied
Bibit pohon mahoni pira mas ?, aku njaluk tulung ya, aku arep gawe anggaran. Ning saiki lagi goleh biaya kanggo mbantu sumur bur babagan kran neng somah. Matur nuwun.
mugnkin sekitar 2500-an mas
STOP PERS
PADA HARI MINGGU 7 PEBRUARI 2010 BERTEPATAN ACARA ARISAN PAKEM DAN TRAH SOTUMPUK DI KEDIAMAN BAPAK SUMARWO KEBAGUSAN PASAR MINGGU, TELAH MENERIMA BANTUAN PENGHIJAUAN BERUPA POHON LINDUNG MAHONI BAAPAK DRS. SOEDJARNO 50 POHON, BAPAK PURWANTO 25 POHON HARGA POHON RP. 2500.
UNTUK MENSYUKURI HARI JADI PAKEM 36 TAHUN PADA BULAN APRIL, SEGENAP PENGURUS DAN ANGGOTA AKAN MENGADAKAN ACARA TUNGGAL, NAPAK TILAS 36 TAHUN BERDIRINYA PAGUYUBAN KELUARGA MANTREN JAKARTA (PAKEM).
MENGAJAK HANDAITOLAN UNTUK BERBUAT KEBAIKAN UNTUK KEMASLAHATAN ORANG BANYAK.