Sebagai penanggulangan tanah gundul dan penghijau ramah lingkungan, warga Mantren diperantauan mengadakan gerakan tanaman 1000 pohon, yang akan ditanaman dipinggiran jalan Mantren menuju jalan raya (sebelah timur). Program penghijauan ini juga ditanam pinggiran makam umum dan sepanjang jalan sebelah selatan Dusun Mantren menuju jalan Desa Pingkol dan di area sekitar sumur alam dengan menanam pohon jati dan mahoni.

Sebetulnya tanaman penghijaun tersebut telah lama digagas dua tahun yang lalu, namun adanya gendala tidak diperbolehkannya menaman pohon sepanjang jalan oleh para pemilik lahan sepanjang sawah, konon katanya mengganggu tanaman palawija.

Sesuai hasil pertemuan Sukasno dengan Kepala Desa Gunungan Bapak Mulyadi yang didampingin oleh Kepala Dusun Mantren Suwanto dan beberapa staf RT dan kelompok tani pada hari Sabtu 26 Desember, telah direspond positif akan ditamam seribu pohon yang diprakarsai oleh para pemuda-pemudi desa Mantren yang merantau ke Kota. Hal ini tidak luput bentuk kepedulian warga Mantren terhadap ketahanan sumber air tanah dan ramah lingkungan untuk tanah kelahiran untuk kelestarian alam, untuk anak keturunannya.

Bapak Mulyadi akan bertanggungjawab sepenuhnya apabila ada yang melarang menanam penghjau apalagi setelah ditanam dicabut, Dan tidak rahasia lagi pada musim kemarau menjadi bencana bagi masyarakat kecakupan air bersih, maka perlu gerakan penanaman pohon sehingga suasana bisa teduh dan air bisa bertahan di tanah. Pola reboisasi atau penanaman pohon perlu dipraktikan bukan hanya diomongkan.

Untuk itu Sukasno sebagai pemrakarsa tanam seribu pohon tersebut, untuk kebutuhan bibit tanam pohon telah melelang kepada seluruh warga perantau untuk mendukung untuk binih pohon jati dan mahoni… SKM 2009.